Tips Mengatasi Sikap Manja Pada Anak
Senin, 07 Desember 2009

“Idih, malu dong kak, masak sudah besar masih manja sih, “ ujar seorang ibu kepada anaknya yang merengek-rengek minta disuapin atau digendong. Bila sikap manja pada anak prasekolah yang cenderung berlebihan ini dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak sampai ia besar nanti. Apalagi bika orang tua justru memperkuat sikapnya dengan cara memanjakannya. Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi hal ini bisa merugikan perkembangan kepribadian anak di kemudian hari. Beriktu ini Tips mengatasi sikap manja pada anak, menurut Naomi Soetikno, psikolog dari Omni Medical Centre, Jakarta:
Tips Mengatasi Sikap Manja Pada Anak

1. Gali Perasaannya. Langkah pertama, ketahui penyebab kemanjaan si prasekolah. Apakah karena Anda tanpa sadar sering memanjakannya atau kurang memberikan perhatian yang cukup. Intinya, lakukan introspeksi. Kemudian, coba gali perasaannya dengan meminta anak bercerita. Akan tetapi hindari pertanyaan yang membuat anak malah tak mau mengutakan perasaannya. Contoh, “Kenapa sih kamu manja begitu? Kayak anak kecil saja. Tuh, lihat anaknya tante Diandra saja ngga manja.” Sebaliknya, ajak anak berdialog dari hati ke hati. Jangan salah, kebutuhan attachment anak usia ini dengan orang tua masih tinggi. Lantaran itu saat berkomunikasi dengannya, tunjukkan bahwa Anda mengerti dan memahami perasaannya secara tepat, seperti, “Oh kamu capek ya, makanya minta gendong. Padahal kamu biasanya kuat jalan kaki,” dan tunjukan perhatian yang tulus.

2. Beri perhatian. Kalau masalahnya si kecil cemburu terhadap adiknya, Anda mesti meyakinkannya bahwa ia tetap mendapat perhatian yang sama, maskipun ada adik. Buktikan hal tersebut dengan tidak selalu menyalahkan kakak dan menenangkan adik. Begitu pula, ketika Anda menyadari telah mengabaikannya, luangkan waktu untuk menemaninya bermain atau melakukan aktifitas yang disukai.

3. Tak Perlu Membandingkan. Apakah Anda suka jika dibandingkan dengan orang lain? Kalau tidak, maka begitu pula halnya dengan anak. “Tuh temanmu nggak manja kok. Enggak seperti kamu.” Cara ini tidak efektif, karena anak malah sebal dan memperlhatkan perasaanya dengan merengek dan menangis. Membandingkan juga tidak sehat karena membuat anak jadi kecil hati dan melunturkan rasa percaya dirinya. Lebih baik, bantulah ia untuk berpikir positif dan besarkan hatinya. Umpama, “Ibu yakin kamu sudah bisa kok pakai baju sendiri. Ayo coba, ibu mau lihat bagaimana caranya.” Berikan senyuman yang paling manis atau pujian jika si pra sekolah menunjukan suatu perkembangan positif dalam hal apa pun.

4. Hargai Potensi/Kemampuannya. Yakinkan pula bahwa ia berharga dan punya potensi untuk menunjukkan kemandiriannya. Tak perlu dikekang, dilarang ini-itu, atau malah selalu diberi bantuan. Biarkan dia mencoba sendiri kemampuannya dalam mengatasi permasalahan yang dihadaoi saat melakukan aktivitas sendirian atau bersama temannya.

5. Pupuk Rasa Percaya Diri. Rasa percaya diri erat kaitannya dengan kemampuan menjadi mandiri. Kemandirian adalah lepasnya ketergantungan anak secara bertahap dari orang tuanya. Jadi lagi-lagi, pupuklah rasa percaya diri anak dengan memberinya kebebasan dan kepercayaan melakukan segala sesuatu, asalkan tidak berbahaya. Misalnya, biarkan anak memutuskan sendiri hari ini mau pakai baju dan celana yang mana atau mau belajar apa. melalui kesempatan dan kebebasan yang Anda berikan, rasa percaya dirinya akan terpupuk. Dari hari ke hari ia jadi semakin yakin dapat melakukan tugas-tugas tadi. Bila kebiasaan ini terpupuk dengan baik, nantinya anak dapat memutuskan apakah dia memang bisa dan harus melakukan tindakan apa yang sesuai dengan situasi saat itu.

6. Asah kemampuan besosialisasi. Perbanyak hubungan anak dengan dunia luar, baik dengan teman-teman sebaya maupun dengan yang beda usia. Kemampuan bersosialisasi juga membantu membentuk kemandirian anak. Buang jauh sikap overprotektif Anda. Larangan ini-itu hanya akan mematikan kreativitas yang selanjutnya memperkuat ketergantungan anak pada orang tua karena telat mandiri dan cenderung manja.

POSTING BERKAITAN
TEMPLATE DESIGN BY
m-template - by: bagas96

0 komentar:

copy smiley kode

Posting Komentar